Laporan bacaan manajemen kelas
Suasana sekolah pada umumnya dan suasana kelas pada khususnya merupakan modal penting bagi jernihnya pikiran untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan suatu keadaaan yang menyenangkan demi meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pelajaran, untuk mengatasinya dibutuhkan manajemen kelas yaitu penanganan yang baik agar dalam kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada disekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan,tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya,guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi. Lingkungan ini diaturdan diawasi agar kegiatan - kegiatan belajar terarah kepada tujuan - tujuan pendidikan. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.
Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dari pengertian tentang manajemen oleh Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untukmencapai tujuan organisasi. Manajemen dalam pelaksanaannya dilakukan sesuai proses.Paling tidak ada 4 proses yang dilakukan untuk melakukan suatu manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapaisasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuaidengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Menciptakan suasana belajar merupakan tugas utama dari seorang guru, apabila guru itu mampu membuat suasana kelas baik, maka murit juga akan baik dalam menerima pelajaran atau yang lainnya. Dan begitu juga sebaliknya apabila guru tidak mampu membawa suasana yang baik di kelas, maka para siswa juga tidak akan baik dalam menerima pelajaran yang di sampai kan oleh guru tersebut. Nah yang menyenangkan dalam manajemen kelas yaitu membangun suasana belajar yang kondusif di dalam kelas, guru dapat mengubah perannya sesuai dengan suasana yang diinginkan. Dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru sebagai pengambil inisiatif.Guru yang baik adalah orang yang penuh dengan inisiatif. Dengan begitu guru tidak boleh pasif,diantara hal yang harus dilakukan oleh guru adalah menciptakan secara kreatif konteks belajar.Selain itu, guru harus berinisiatif dalam mendorong semangat peserta didiknya untuk belajarmemecahkan masalah, mengidentifikasi serta menemukan kebutuhan mereka.
a. Guru sebagai pengamat peserta didik guru yang baik harus terampil mengamati peserta didik, baik ketika anak asuhannya itu bekerja atau bermain. Guru di kelas dengan pendekatan harus mengetahui perkembangankemampuan peserta didiknya.
b. Guru sebagai mediator belajar yang optimal memerlukan kemampuan belajar yang dapat mendukung danmemudahkan, tanpa mengawasi dengan ketat, tanpa memberikan tekanan, tanpa merusakatau menghalangi terwujudnya proses belajar. Sebagai mediator, guru hadir di tengahtengah peserta didiknya untuk mendorong terjadinya interaksi, sebagai mediator dalam pembelajaran.
c. Kompetisi adalah bersaing satu sama lain untuk meraih tujuan dan hanya satu atau sedikit peserta didik yang mampu meraihnya. Sedangkan kompetitif adalah persaingan satu samalainnya untuk meraih tujuan yang bersifat individu, mencari keuntungan untuk dirisendiri.
d. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan juga memerlukan suasana belajar yangkompetitif.Suasana belajar yang kompetitif adalah suasana belajar yang lebih tepat diberikan bila peserta didik perlu melihat materi yang dipelajari. Salah satu tugas dari guru adalahmemberikan motivasi kepada anak didiknya untuk dapat melaksanakan tugasnya dengansebaik mungkin secara efektif dan produktif. Dalam memberikan motivasi tersebut guru harus melihat kepada prinsip prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan, dan salah satu prinsipnya adalah prinsip kompetisi di mana anak bersaing secara sehat baik intermaupun antar pribadi, sebab motivasi itu mengandung tiga unsure yaitu mendorong terusmenerus, memberikan kekuatan pada suatu perilaku dan mengatur perilaku.
Cara memciptakan kelas yang menyenangkan.
Nah kondisi kelas yang menyengankan adalah kondisi siswa sangat ceria dan kelas yang berlangsung dinamis. Siswa berinteraksi dengan mengungkapkan pendapat baik dengan teman maupun guru. Dan juga guru harus bisa berinteraksi dengan baik kepada siswa seakan tidak ada sekat antara murid dengan guru. Murid adalah pembelajar yang aktif. Mereka ingin dilibatkan dalam sebuah pembelajaran. Murid secara alamiah akan menyukai guru yang bisa mengelola kelas yang menyenangkan. Apabila guru tersebut tidak menyenangkan, pembelajaran nya mudah bosan, terlebih lagi apabila guru itu galak maka murid tidak akan suka alhasil suasana kelas akan kacau dan tidak sesuai apa yang di harapkan dalam manajemen kelas.
Untuk itu ada beberapa langkah dalam menciptakan suasana kelas yang baik dan menyenangkan.
Pertama, Untuk membuat kelas menyenangkan adalah dengan membangunkomunitas. Hubungan antara murid dan guru adalah kunci pengelolaan kelas. Guru harus mampumenciptakan suasana kelas yang nyaman bagi murid sehingga kecil kemungkinan terjadinyatingkah laku yang tidak diinginkan dari murid. Banyak cara kreatif untuk membangunkomunitas. Misalnya dengan menyapa murid satu persatu ketika mereka hendak masuk ke kelas,atau membuat aktivitas pembelajaran untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antara siswa dan guru di sekolah, seperti dengan meminta mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka padahari itu dengan satu kata. Jika dilakukan secara terus menerus, maka suasana kelas akan menjadi akrab.
Kedua, guru dan murid harus merancang kelas yang menyenangkan. Kerjasama antaraguru dan murid untuk mendesain kelas akan menumbuhkan suasana belajar yang positif. Ketikasiswa masuk ke kelas, siswa akan merasa menjadi bagian penting dari ruang kelas tersebutkarena hasil pekerjaan mereka seperti esai dan karya seni mereka terpampang di dinding kelas.Situasi ini juga akan menumbuhkan penghargaan terhadap siswa dan mendorong siswa untuk berbuat lebih baik.
Ketiga, buat aturan kelas dengan melibatkan murid. Aturan kelas mencakup apadilakukan jika terdapat seorang murid yang datang terlambat dan jika terdapat murid berbuattidak baik kepada temannya. Dengan melibatkan siswa dalam membuat aturan, para siswa akanlebih merasa menjadi bagian dari aturan-aturan kelas yang ada, dengan demikian akanmengurangi perilaku-perilaku negatif di sekolah. Satu hal lain yang saya amati mengenai cara mengajar guru membuat pelajaran menjadihal yang nyata, dan tidak berhenti pada rumus-rumus atau konsep tertentu. Materi pelajaran apa pun bisa dibuat menjadi riil semisal guru mengajarkan materi sudut dan menghubungkannyadengan bagaimana seorang arsitek memanfaatkan konsep sudut ketika membangun gedung.Guru juga bisa mengaitkan pelajaran dengan situasi yang aktual seperti acara TV, permainan,dan berita-berita terkini. Oleh karena itu, guru dapat mengakomodasi pengalaman dan pengetahuan siswa dengan pembelajaran yang akan diajarkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar