Laporan bacaan karakteristik peserta didik
Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi utuh, pilah, tunggal, dan khas. Ia sebagai subjek yang merupakan satu kesatuan psiko-fisik dengan berbagai kemampuanya untuk berhubungan dengan lingkungan, dengan sesama, dan dengan tuhan yang Menciptakan nya. Dan juga individu ini harus bisa menyesuaikan dengan tempat nya, Karena poin ini sangat penting sekali dalam kehidupan. Apabila kita tidak bisa mengntrol diri sendiri terhadap lingkungan, dengan sesama, dan terlebih lagi dengan tuhan maka kedepannya nanti akan susah untuk menjalankan kehidupan. Kita ini hidup harus bersosialisasi agar mudah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kalau kita dengan tuhan juga harus lebih dekat lagi agar aktivitas sehari-hari kita itu di ridhoi oleh Allah dan endingnya pun akan mudah dalam hal apapun apa bila kita bisa meng trok diri dengan tuhan.
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan, dan itu sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan individu. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Perbedaan individu dapat dibedakan berdasarkan perbedaan kognitif, perbedaan individual dalam kecakapan bahasa, perbedaan dalam kecakapan motorik, perbedaan dalam latar belakang, perbedaan dalam bakat, dan perbedaan dalam kesiapan belajar.
Manusia terus menerus mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Pertumbuhan perkembangan tersebut dialami semenjak manusia masih dalam kandungan.
Kelahiran merupakan satu fase pertumbuhan fisik secara lengkap, yang ditandai setiap organ atau bagian tubuh telah mampu berfungsi. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain keturunan, sosial ekonomi, sosial kulturasi, kesehatan, dan latar belakang kehidupan keluarga.
Pertumbuhan fisik lebih lanjut berlangsung sejak bayi lahir, dan masing-masing organ mencapai tingkat kematangan dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Kematangan pertumbuhan fisik yang ditandai oleh berfungsinya masing-masing organ, berpengaruh terhadap perkembangan non fisik, seperti berfikir, bahasa, sosial, emosi, dan pengelaman terhadap nilai, norma dan moral.
Perkembangan adalah suatu proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang hidupnya, mulai dari masa konsepsi sampai meninggal dunia. Perkembangan berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.Ciri-ciri perkembangan yaitu terjadi terjadinya perubahan ukuran dan proporsi, hilangnya tanda-tanda lama, dan munculnya tanda-tanda baru yang menunjukkan bahwa seseorang individu telah mencapai usia remaja, prinsip-prinsip perkembangan yaitu perkembangan bersifat never ending process, semua aspeknya saling mempengaruhi, perkembangan mengikuti arah tertentu, terjadi pada tempo belainan, setiap fase perkembangan menpunyia ciri khas dan setiap individu yang normal akan mengalami tahapan atau fase perkembangan. Setiap manusia mengalami perkembangan fisik maupun psikis, namun tidak semuanya memiliki perjalanan hidup yang sesuai dengan rentang tahapan perkembangan.
Pad bahan bacaan tadi membahas tentang karakteristik dan perbedaan individu. Dimana didalamnya membahas tentang berbagai karakteristik individu itu sendiri, juga membahas perbedaan individu. Aspek-aspek individu juga dibahas dalam bab ini, sedangkan bab I buku pembanding hanya membahas hakikat perkembangan. Dilihat dari segi isinya tentu saja buku utama lebih lengkap pembahasannya, karena di dalam buku pembanding tidak dibahas tentang pertumbuhan individu dari awal dia lahir sampai meninggal dunia. Dengan membaca buku utama kita akan mendapatkan informasi secara lengkap tentang pertumbuhan dan perkembangan individu.
Manusia senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari mulai masa kehamilan sampai masa tua. Pertumbuhan berkaitan dengan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan wakru tertentu. Hasil pertumbuhan anatara lain perwujudan bertambahnya ukuran-ukuran kuantitatif badan anak.
Perkembangan merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tungkat kematangan fisik.
Proses pertumbuhan di tandai oleh perubahan menuju kesempurnaan struktur dan bentuk tubuh secara ideal. Perubahan-perubahan yang dimaksud dapat berbentuk perubahan ukuran dan perbandingan, penggantian hal-hal yang lama dan memperoleh yang baru untuk lebih dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Secara keseluruhan akan menentukan perbandingan ideal tentang struktur tubuh manusia.
Proses pertumbuhan pada saatnya akan mencapai tingkat kematangan dan dengan demikian akan berpengaruh terhadap perkembangan sosio-psikologis, seperti kemampuan berfikir, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan mengendalikan emosi.
Semua proses pertumbuhan dan perkembanagn akan berjalan dengan irama dan ritme yang teratur, sehingga dapat diidentifikasi menurut dan mengikuti hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan yang dapat dipercaya (moton).
Hukum pertumbuhan antara lain adalah hukum ceppholocoudal yang artinya pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki dan hukum Proximodistal yang artinya pertumbuhan fisikberpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.
Hukum perkembangan menyatakan bahwa perkembanagan ke maupuan sosio-psikologi berawal dari hal-hal yang umum menuju ke hal-hal yang khusus. Perkembangan secara keseluruhan mengikuti periodisasi yang teratur, yang dari masa pre-natal, masa bayi, masa anak-anak, masa anak sekolah, remaja, dewasa, dan masa tua. Penahapan perkembangan ini mengikuti tahap perkembangan kemampuan kemampuan fungsi fisik.
Masa remaja dalah masa yang khusus, penuh gejolak karena pada pertumbuhan fisik terjadi ketidak seimbangan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan berfikir, bahasa, emosi, dan sosial anak. Gejala onani atau masturbasi timbul karena rangsangan kematangan seksual dan dorongan untuk mendapatkan kepuasan, yang di lain pihak merupakan tindakan untuk menghindari larangan norma sosial dan hukum.
Makna remaja banyak diartikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, baik hukum, ahli psikologi, maupun pandangan masyarakat yang mengaitkan dengan sistem budayanya. Secara umum anak dikaitkan mencapai masa remaja ditandai oleh kematangan fungsi seksual (pada wanita setiap bulan mengeluarkan sel telur dari indung telurnya dan bagi para pria setiap kali mimpi/mengeluarkan air mani) dan muncul tanda-tanda kelamin skunder.
Kebutuhan dibedakan atas kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Menurut Freud, dorongan yang paling menetukan munculnya kebutuhan adalah dorongan seksual, sehingga setiap dorongan untuk bertingkah laku senantiasa ada kaitannya dengan upaya untuk mencapai kenikmatan atau kepuasan seksual. Menurut Erickson dorongan primer itu pada dasarnya berkaitan dengan kepentingan bersosialisasi pandangan Erickson ini sejalan dengan pandangan Rogers. Kebutuhan normatif adalah sejenis kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan mengembangkan diri yang disesuaikan dengan kondisi kehidupan sekarang dan diamsa depan.
Perilaku manusia disebabkan oleh dorong-dorong atau motif. Motif inilah yang mendorong individu sehingga muncul berbagai kebutuhan mislanya kebutuhan untuk mempertahankan diri dan kebutuhan untuk mengembangkan diri. Kebutuhan untuk berfasilitas dengan sesama dan kebutuhan untuk berpartisipasi merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia setelah mencapai jenjang remaja. Hal ini sejalan dengan pandapat Rogers dan Erickson.
Perkembangan manusia berlangsung secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau masa. Perkembangan manusia dimulai sejak dia bayi sampai menuju usia lanjut. Perkembangan berlangsung secara berurutan melalui periode atau masa tertentu. Periode pertama yaitu anak (childhood), remaja (adolescence), dan dewasa (adulthood).
Diklasifikasikan lagi menjadi beberapa periode, yaitu periode sebelum kelahiran (pranatal), periode bayi (infacy), periode awal anak (early childhood), periode pertengahan dan akhir anak (midle and late childhood), periode remaja (adolescence), periode awal dewasa(early adulthood), periode pertengahan dewasa (midle adulthood), dan masa akhir dewasa (late adulthood) . Pada setiap individu yang pada setiap periodenya memiliki tingkatan. Dalam setiap periode perkembangan mempunyai serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap individu agar perkembangan pada periode selanjutnya dapat berjalan lancar. Dari mulai tugas perkembangan masa bayi hingga masa dewa.
Tugas perkembangan itu merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya; sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya. Di setiap melaksanakan tugas perkembangan tentunya ada upaya untuk memfasilitasi tugas-tugas tersebut.
Pada bahm bacaan kali membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja. Didalamnya mengupas bagaimana pertumbuhan dan perkembangan remaja, tugas-tugas perkembangan remaja, hukum pertumbuhan dan perkembangan, jenis-jenis kebutuhan dan pemenuhannya, serta masalah dan konsekuensinya bagi remaja. Sedangkan bab II buku pembanding membahas periode dan tugas perkembangan. Dilihat dari isi yang dibahas buku utama mengupas secara detail bagaimana pertumbuhan dan perkembangan remaja, sedangkan buku pembanding hanya membahas secara garis besar apa saja periode dan tugas perkembangan sehingga dengan membaca buku utama maka kita akan mendapatkan informasi secara lengkap dibandingkan jika kita membaca buku pembanding yang hanya garis besarnya saja.
Referensi
https://fitrahayatiblog.wordpress.com/2018/05/12/-perkembangan-peserta-didik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar