Senin, 12 Juli 2021

Media pembelajaran

 Laporan bacaan media pembelajaran

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berpengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Ada sisi baik dan juga ada sisi buruk nya, maka untuk itu kepada guru atau pendidik harus lah memperhatikan setiap kegiatan muridnya dalam mereka mempelajari ilmu dan teknologi tersebut. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa perubahan yang terjadi merupakan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang menyangkut semua aspek atau komponen yang ada.

Pengertian Media Pembelajaran

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee,1997).Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar,pengajar,dan bahan ajar.

Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran

1.Tujuan Media Pembelajaran

Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran,adalah sebagai berikut:

-mempermudah proses pembelajaran di kelas,

-meningkatkan efisiensi proses pembelajaran,

-menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar,dan

-membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

2.Manfaat Media Pembelajaran

 Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

-pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,

-bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya,sehingga dapat lebih dipahami pembelajar,

-metode pembelajaran bervariasi,

-pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran berfungsi untuk merangsang pembelajaran dengan:

-menghadirkan obyek sebenarnya dan obyek yang langkah,

-membuat duplikasi dari obyek yang sebenarnya,

-membuat konsep abstrak ke konsep konkret

-memberi kesamaan persepsi,

-mengatasi hambatan waktu,tempat,jumlah, dan jarak,

-menyajikan ulang informasi secara konsisten, dan

-memberi suasana belajar yang tidak tertekan, santai, dan, menarik, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Proses Komunikasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi,yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan ke penerima pesan melalui saluran atau media tertentu.Dalam pembelajaran pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan,keahlian,skill,ide,pengalaman,dan sebagainya. Dalam pembelajaran di kelas,sarana/fasilitas alat yang digunakan untuk memperlancar komunikasi pembelajaran disebut dengan media pembelajaran.

Komponen yang terdapat dalam proses komunikasi tersebut,adalah:

-pesan

-sumber pesan

-saluran atau media

-penerima pesan,adalah komponen-komponen proses komunikasi.

Apabila proses pembelajaran adalah komunikasi,maka,pertama,pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum.Kedua,sumber pesan,dapat saja pengajar,pembelajar,penulis buku,ataupun orang lain.Ketiga,penerima pesan adalah pembelajar.Keempat,saluran yang digunakan.

Pengajar perlu mengetahui dasar-dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar dalam proses pembelajaran.

Dalam evaluasi pembelajaran,selain ditunjang oleh kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang pengajar,juga ditunjang oleh penguasaan terhadap berbagai keterampilan dasar mengajar.

Selain keterampilan dasar komunikasi diatas,pengajar harus mampu mendisain dan menggunakan metode pemberian tugas kepada pembelajar,sebab tugas dapat membuat proses belajar menjadi menyenangkan,efektif,dan efisien.

Proses Penuangan Pesan,Hambatan,Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran.

1.Proses penuangan pesan

        Proses penuangan pesan ke dalam simbol komunikasi,disebut encoding.Selanjutnya penerima pesan(pembelajar,peserta latihan,ataupun pengajar dan pelatih),menafsirkan simbol-simbol komunikasi tersebut sehingga dapat memperoleh pesan.Proses penafsiran simbol komunikasi oleh penerima pesan yang mengandung pesan-pesan,disebut dengan decodin.

2.Hambatan proses komunikasi dalam pembelajaran

-Faktor internal

 Hambatan yang berasal dari dalam diri penerima pesan atau pembelajar itu sendiri,berupa:

1)Hambatan psikologis,seperti minat,sikap,pendapat,kepercayaan,intelegensi,pengetahuan.

2)Hambatan fisik,seperti kelelahan,sakit,keterbatasan daya indera,dan cacat tubuh.

-Hambatan eksternal

1)Hambatan kultural,seperti perbedaan adat-istiadat,norma-norma sosial,kepercayaan,dan nilai-nilai panutan.

2)Hambatan lingkungan,yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar.

3)Mengatasi hambatan komunikasi dalam pembelajaran posisi media berfungsi membantu mengatasi hambatan-hambatan,dapat dibantu dan diatasi dengan pemanfaatan media pembelajaran secara efektif.

Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi,seorang pengajar dapat mengatasi sikap pasif pembelajar.Maka fungsi media pembelajaran adalah untuk:

-menimbulkan kegairahan belajar bagi pembelajar,

-memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara pembelajar dengan lingkungan kenyataan,dan

-memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

Fasilitas dan Peranannya dalam Proses Pembelajaran

Untuk meningkatkan hasil pembelajaran,diperlukan sarana penunjang berupa fasilitas atau media pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran ada tujuan atau hasil yang ingin dicapai.Di lingkungan pendidikan dan di sekolah,dikenal dengan istilah prasarana dan sarana pendidikan,yang diperlukan dalam proses pembelajaran baik yang bergerak maupun tidak bergerak,agar pencapaian tujuan pembelajaran dapat berjalan lancar,teratur,efektif,dan efisien.Alat-alat atau sarana tersebut dibagi menjadi dua,yaitu:

a)Prasarana pendidikan,yakni sesuatu yang ada sebelum adanya sarana,seperti bangunan sekolah,tanah dan gedung,meja,kursi,lemari,dan alat-alat kantor tata usaha.

b)Sarana pendidikan,yakni alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran,seperti alat-alat pelajaran,alat-alat peraga,dan media pembelajaran,apabial ditinjau dari sudut fungsinya atau peranannya dalam proses pembelajaran.

Ciri Umum,Klasifikasi,dan Jenis Media Pembelajaran

1.Ciri Umum Media Ppembelajara

Media pembelajaran identik artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata raga yaitu suatu bentuk yang dapat diraba,dilihat,didengar,diamati melalui panca indera.

2.Klasifikasi Media Pembelajaran

Media pembelajaran diklasifikasikan sebagai berikut:

-Bahan yang mengutamakan kegiatan membaca atau dengan menggunakan simbol-simbol kata dan visual(bahan-bahan cetakan dan bacaan).

-Alat-alat audio-visual,alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini,yaitu:

1)media proyeksi(overhead projector,slide,film,dan LCD)

2)media non-proyeksi(papan tulis,poster,papan temple,kartun,papan planel,komik,bagan,diagram,gambar,grafik,dan lain-lain).

3)benda tiga dimensi antar lain benda tiruan,diorama,boneka,topeng,lembaran balik,peta,globe,pameran,dan museum sekolah.

-Media yang menggunakan teknik atau masinal,yaitu,slide,film strif,film rekaman,radio,televisi,video,VCD,laboratorium elektronik,perkakas otoinstruktif,ruang kelas otomatis,sistem interkomunikasi,komputer,internet.

-Kumpulan benda-benda(material collections),yaitu berupa peninggalan sejarah,dokumentasi,bahan-bahan yang memiliki nilai sejarah.

-Contoh-contoh kelakuan,perilaku pengajar.Pengajar memberi contoh perilaku atau suatu perbuatan.

3.Jenis dan Karakteristik

 Pembagian jenis dan karakteristik media pembelajaran sebagai berikut:

a.Media pembelajaran,dilihat dari sisi aspek bentuk fisik,dengan membagi jenis dan karakteristiknya,sebagai berikut:

1)media elektronik,seperti televisi,film,radio,slide,video,VCD,DVD,LCD,komputer,internet,dll),

2)media non- elektronik,seperti buku,handout,modul,diktat,media grafis,dan alat peraga.

b.Ada yang melihat dari aspek panca indera dengan membagi menjadi tiga yaitu:

1)media audio(dengar)

2)media visual(melihat),termasuk media grafis,

3)media audio-visual(dengar-melihat).

c.Ada yang melihat dari aspek alat dan bahan yang digunakan,yaitu:

1)alat perangkat keras(hardware)sebagai sarana yang menampilkan pesan,dan

2)perangkat lunak(software),sebagai pesan atau informasi.

Pengenalan Berbagai Media di Lingkungan Sekolah

1.Papan Tulis dan Whiteboard

Papan tulis merupakan alat yang sangat diperlukan disetiap sekolah dan di kelas.Bahkan papan tulis dikatakan fasilitas yang mutlak diperlukan,seperti halnya diperlukan meja dan kursi.

Dengan papan tulis,pengajar dapat menulis dan menjelaskan materi pelajaran secara efektif dan efisien,sehingga pembelajar dapat menerima pelajaran dengan baik.

2.Papan flanel(flanel board)

Papan flanel merupakan media grafis yang efektif untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran  tertentu pula.

Papan flanel(flanel board),termasuk salah satu media pembelajaran visual dua dimensi,yang dibuat dari kain  flanel yang ditempelkan padasebuah papan atau tripleks,kemudian membuat guntingan-guntingan kain flanel atau kertas rempelas yang diletakkan pada bagian belakang gambar-gambar yang berhubungan dengan bahan-bahan pelajaran.

Tujuan pembuatan papan flanel,sebagai berikut:

1)Membantu pengajar untuk menerangkan bahan pelajaran.

2)Mempermudah pemahaman pembelajar tentang bahan pelajaran.

3)Agar bahan pelajaran lebih menarik.

3.Papan buletin(bulletin board)

a.Fungsi papan bulletin

1) Dapat digunakan untuk menerangkan sesuatu(materi pelajaran,informasi,cerpen,pengumuman,dll.)

2)Memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu

Transparancy Overhead Projector(OHP)

Sistem overhead projector menunjukkan kemajuan yang  pesat dalam masa dasawarsa terakhir,sehingga perangkat visual ini banyak dipakai dimana-mana.Overhead projector merupakan jenis perangkat keras(hardware)yang sederhana,terdiri atas sebuah kotak yang bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi yang memuat materi pengajaran.Overhead projector dapat menghasilkan cahaya yang amat terang dari lampu proyektor yang diproyeksikan ke layar OHP.

a.Komponen utama OHP

Komponen utama sistem media transparansi OHP adalah,terdiri dari:

1)penyaji dan pengajar,

2)Program transparansi OHP,

3)alat-alat proyeksi,yang meliputi:

 - overhead projector,dan

  - layar OHP,dan

4)penerima pesan(pembelajar)

Overhead projector adalah sebuah alat proyektor yang berbentuk sebuah kotak dengan sebuah lensa di atasnya.Pada bagian atas terdapat kaca landasan yang berfungsi sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparan.Cahaya yang dihasilkan amat terang menyorot dari dalam kotak dibiaskan ke lensa(lensa frensnel)

Overhead projector(OHP)salah satu alat optic dan elektronik.Komponen pokok peralatan tersebut terdiri:

1)Lampu OHP,berfungsi sebagai sumber cahaya.

2)Lensa,berfungsi untuk memantikan sinar lampu OHP ke layar.

3)Kaca alas transparan,berfungsi untuk meletakkan transparansi yang akan di proyeksikan.

4)Pengatur fokus,berfungsi untuk mengatur ketajaman tulisan,gambar yang diproyeksikan ke layar OHP.

Referensi

http://hendromianmartono21.blogspot.com/2014/12buku-media-pembelajaran.html?m=1

 

Sistem evaluasi

 Laporan bacaan sistem evaluasi

Evaluasi merupakan salah satu kegiatan yang tidak mungkin dipisahkan dari proses pembelajaran, proses pembelajaran harus diakhiri dengan kegiatan evaluasi karena tanpa evluasi mustahil dapt menilai proses dan hasil belajar dengan baik dan objektif. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan semata-mata untuk menilai hasil belajar siswa, melainkan dapat pula untuk menilai proses pembelajaran yang dilaksanakan. Maksudnya, informasi diperoleh dari kegiatan evaluasi terhadap hasil belajar siswa dapat digunakan sebagai umpan balik terhadap proses pembelajaran yang dilakukan.

Evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang bearti penilaian atau penafsiran. Anastasi mengemukakan bahwa evaluasi bukan sekedar menilai suatu aktivitas secara spontan dan  insidental, melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu dengan terencana dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas.

Wandt dan Brown berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu. Witheringhon menyatakan bahwa evaluasi adalah penentuan apakah sesuatu itu berharga, bernilai atau tidak.

Pengukuran merupakan kegiatan awal dalam mengevaluasi hasil belajar untuk memperoleh informasi yang berupa data kuantitatif mengenai kemampuan testi pada periode tertentu dengan mengunakan teknik yang relevan.Winkel bependapat bâh pengukuran adalah suatu deskripsi kuantitatif tentang sesuatu sebagaimna adanya atau tentang prilaku yang ditampilkan testi atau mengenai prestasi yang diberikan oleh testi.Menurut Thoha pengukuran adalah suatu upaya untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan.Len mendefenisikan bahwa pengukuran adalah sejumlah data yang dikumpulkan dengan mengunakan alat ukur untuk keperluan analisis dan interpretasi.

Penilaian merupakan kegiatan lanjut dalam evaluasi yang ditunjukan pada informasi yang berupa data kuantitatif  dengan cara mengolah dan menafsirkan dengan mengunakan acuan tertentu hingga diperoleh data yang bersifat kualitatif. Mehrens dan Lehmann mengemukakan bahwa penilaian adalah suatu pertimbangan profesional untuk membuat suatu keputusan mengenai nilai sesuatu pertimbangan profesional untuk membuat suatu keputusan mengenai nilai sesuatu.Winkel berpendapatan bahwa penilaian adalah penentuan apakah sesuatu itu berharga bernilai menilai atau bermutu.Joni menyatakan bahwa penilaian adalah proses mempertimbangkan suatu objek dengan menggunakan patokan tertentu. Patokan yang dimaksud mengandung pengertian baik atau tidak, memadai atau tidak memadai.

Dalam kontek, pembelajaran ketiga istilah diatas dapat diartikan sebagai berikut ini :

-Evaluasi adalah kegiatan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar, mengolah dan menafsirkan, informasi tersebut dengan menggunakan tolak ukuran tertentu.

-Pengukuran adalah kegiatan untuk memperoleh informasi yang berupa angka mengenai kemampuan siswa dapa periode tertentu dengan menggunakan alat ukur yang objektif atau subjektif untuk keperluan analisis dan penafsirkan.

-Penilaian adalah kegiatan mengolah dan menafsirkan skor  yang di proleh melalui pengukuran dengan mengunakan kriteria tertentu.

Tujuan dan fungsi Evaluasi

Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa indonesia, evaluasi bertujuan untuk:

a.       Memperloleh data tentang kecepatan dan ketepatan siswa dalam menyerap informasi yang disampaikan

b.      Memperloleh data tentang kemampuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran berlangsung

c.       Mengukur ketetapan dan keampuhan program pembelajaran yang dilaksanakan

d.      Memperloleh umpan balik

e.       Memperloleh data yang digunakan sebagai pedoman pengelompokan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan berbahasanya

f.       Menentukan bakat, minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia

g.      Sebagai laporan pada pihak terkait dan menentukan keberhasilan siswa pada suatu program pendidikan

Evaluasi mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi monitoring dan evaluatif.

a.       Evaluasi kesiapan siswa dalam menempuh suatu program pengajaran

b.      Mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan

c.       Mengetahui apakah bahan pelajaran dapat dilanjutkan atau diulangi

d.      Memperoleh informasi dalam memberikan bimbingan terhadap siswa mengenai jenis pendidikan yang cocok

e.       Membandingkan apakah prestasi yang dicapai siswa telah sesuai dengan kemampuannya

f.       Manafsirkan tingkat kematangan siswa untuk melanjutkan ke program pendidikan yang lebih tinggi

g.      Mengetahui efisiensi dan efektifitas metode pembelajaran yang digunakan.

Evaluasi yang bersifat eveluatif berfungsi sebagai berikut :

a.       Fungsi prognostik adalah  evaluasi yang bertujuan untuk meramalkan atau menprediksi sesuatu dalam menghadapi langkah selanjutnya, minsalnya, tes bakat, tes itelejensi dan pretes.

b.      Fungsi diagnotik yaitu evaluasi yang ditujukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa dan penyebabnya.

3.      Prinsip dan ciri evaluasi     

Prinsip-prinsip pokok yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan eveluasi pembelajaran, yaitu :

a.       Komprehensif

b.      Kontiniu

c.       Objektif

d.      Didaktis

e.       Kedayagunaan

f.       Koperatif

g.      Penggunaan kriteria

h.      Berencana dan beorientasi pada tujuan

i.        Multiteknik

Shane mengemukakan lima ciri evaluasi hasil belajar. Ciri-ciri yang dimaksud yaitu :

a.       Evaluasi dilakukan secara tidak langsung, kecerdasan atau kemampuan adalah salah satu sasaran evaluasi. Witherington berpendapat bahwa siswa cerdas adalah siswa yang memiliki kemamapuan untuk :

a)      Berkerja dan bilangan,

b)      Menggunakan bahasa dengan baik

c)      Menangkap sesuatu yang baru dengan cepat

d)     Mengingat sesuatu yang telah dipelajari

e)      Memahami hubungan

f)       Berfentasi.

b.      Evaluasi menggunakan ukuran kuantitatif. Evaluasi dalam pembelajaran selalu diawalai dengan kegiatan pengukuran. Hasil pengukuran tersebut bersifat kuantitatif, maksudnya menggunakan simbol bilangan,

c.       Evaluasi menggunakan satuan unit yang tetap. Objek pengukuran hendaknya menggunakan satuan unit yang tetap. Hal ini đíaảkan bila satuan pengukuran yang digunakan tidak tetap. Akan menyebabkan hasil evaluasi tidak ajeng dan tidak akurat.

d.      Eveluasi bersifat relatif, maksudnya hasil evaluasi ditak selalu sama dari waktu ke waktu, meskipun telah menggunakan satuan unit yang tetap.

e.       Evaluasi tidak mungkin terhindar dari kesalahan. Dalam evaluasi sering terjadi penyimpagan. Penyimpangan tersebut dapat terjadi karena alat ukur yang digunakan tidak valit,

OBJEK DAN SUBJEK EVALUASI

            Objek atau sasaran evaluasi dalam pembelajaran adalah segala sesuatu yang menjadi fokus pengamatan karena penilai menginginkan informasi tentang sesuatu tersebut, sebaliknya subjek evaluasi adalah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi. Subjanah mengungkapkan bahwa objek evaluasi adalah tingkah laku, isi dan proses pembelajaran. Tingkah laku menyangkut sikap, minat dan perhatian dan keterampilan siswa sebagai akibat dari  proses pembelajaran. Sedangkan yang menyangkut isi yaitu penguasaan materi pelajaran yang telah diberi guru dalam proses pembelajaran.

            Arikunto berpendapat bahwa objektif evaluasi meliputi input, tranformasi dan output. Input yaitu calon siswa, ada empat hal dapat dievaluasi sehubungan dengan calon siswa yaitu kemmpuan, kepribadian, sikap dan intelegensi, yang berkaitan dengan transformasi, antara lain, materi, metode, media dan cara penilaian, sedangkan output, yaitu siswa sebagai lulusan suatu sekolah. Lado berpendapat evaluasi háu difokuskan pada bahasa karena objek pembelajaran bahasa meliputi elemen bahasa dan keterampilan bahasa.Elemen bahasa terdiri atas tata bunyi, ortografi, morfologi, sintaksis, simantik dan kosakata.

5.      Proses eveluasi dalam pembelajaran bahasa

Evaluasi pada hakikatnya merupakan suatu proses. Buchari mengemukakan bâh dalam melakukan evaluasi ada 5 langkah yang harus diikuti yaitu:

a.       Perencanaan berisikan kegiatan perumusan tujuan evaluasi

b.      Pengumpulan data yang meliputi kegiatan pelaksanaan evaluasi

c.       Pengolahan data hasil evaluasi melakukan dengan teknik tastik atau nonstatistik

d.      Penafsiran terhadap hasil pengolahan data dengan menggunakan acuan tertentu

e.       Penggunaan hasil eveluasi sesuai dengan tujuan pelaksanaan evaluasi

Referensi

http://venijambi.blogspot.com/2014/06/tugas.html?m=1

 

Strategi pembelajaran

 Laporan bacaan strategi pembelajaran

Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama itu akan efektif jika guru memiliki derajat profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi, kecakapan, atau keterampilan yang memenuhi standar mutu atau norma etik tertentu.

            Guru yang hebat adalah guru yang kompeten secara pembelajaran dan keilmuan. Guru harus memiliki kompetensi dalam mengelola semua sumberdaya kelas, seperti ruang kelas, fasilitas pembelajaran, suasana kelas, siswa, dan interaksi sinergisnya. Dalam pengembangan dan profesionalisme guru juga dibutuhkan beberapa hal yang sangat perlu diterapkan, antara lain :

-Berbasis pada program penelitian,

-Menyiapkan guru untuk menguji dan mengakses kemampuan praktis dirinya,

-Diorganisasikan dengan pendekatan kolegialitas,

-Berfokus pada partisipasi guru dalam proses pembuatan keputusan mengenai isu-isu esensial di lingkungan sekolah, dan

-Membantu guru-guru yang dipandang masih lemah pada beberapa aspek tertentu dari kompetensinya.

Seorang guru juga harus memiliki setidaknya empat kompetensi penting, yakni : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Dan untuk penggapaian hal tersebut, guru harus memiliki :

-Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik,

-Penguasaan bidang studi, baik dari sisi keilmuan maupun pendidikan,

-Kemampuan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik, dan

-Kemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadian secara berkelanjutan.

Dalam proses pembentukan para guru, supaya dapat menjadi seperti yang seharusnya dibahas diatas, maka dibutuhkan pembinaan dan pengembangan profesi guru. Adapun beberapa strategi yang perlu dilakukan dalam pengembangan keprofesian guru, antara lain :

Pendidikan dan pelatihan

-Inhouse training (IHT), diadakan secara internal.

-Program magang, dilaksanakan di dunia kerja yang relevan dengan peningkatan keprofesionalan guru.

-Kemitraan sekolah, diadakan antar sekolah.

-Belajar jarak jauh.

-Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus.

-Kursus singkat di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya.

-Pembinaan internal oleh sekolah.

-Pendidikan lanjut.

Kegiatan selain pendidikan dan pelatihan

-Diskusi masalah-masalah pendidikan.

-Seminar.

-Workshop.

-Penelitian.

-Penulisan buku/bahan ajar.

-Pembuatan media pembelajaran.

-Pembuatan karya teknologi/karya seni.

Secara umum, masyarakat mengartikan “guru” sebagai seseorang yang pekerjaan atau mata pencahariaannya “mengajar”. Namun secara khusus guru atau pengajar dapat ditafisirkan sebagai orang yang :

-Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain

-Melatih keterampilan jasmani kepada orang lain (bersifat psikomotor)

-Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (bersifat afektif).

Melalui beberapa poin diatas, guru dapat diartikan sebagai pendidik. Bukan hanya sekedar menjadi “seseorang yang pekerjaannya mengajar”. Guru sebagai pendidik atau pengajar menjadi faktor penentu suksesnya setiap usaha pendidikan. Menurut Pasal 35 PP 38/1992, guru diperkenankan bekerja di luar tugasnya untuk memperoleh penghasilan tambahan sepanjang tidak mengganggu tugas utamanya. Bahkan dalam Pasal 15(2) PP tersebut, diberikan peluang kepada para sarjana fakultas nonkeguruan untuk menjadi guru dengan syarat memiliki akta mengajar. Akta ini dikeluarkan oleh LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan program akta pada fakultas tarbiyah untuk menjadi guru agama.

Secara sederhana, kepribadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lain. Sedangkan menurut tinjauan psikologi, kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata).

Karakteristik kepribadian sangat berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya. Adapun beberapa karakteristik kepribadian yang berkaitan, antara lain :

Fleksibilitas Kognitif, merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan yang memadai dalam situasi tertentu.

Keterbukaan Psikologis, merupakan dasar kompetensi professional keguruan yang harus dimiliki seorang guru. Penting bagi guru, karena :

Merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang harus dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.

Diperlukan untuk menciptakan suasana hubungan antarpribadi guru dan siswa yang harmonis, sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan.

Dalam kepribadian guru, ada juga yang disebut dengan kompetensi profesionalisme guru. Hal tersebut merupakan kemampuan atau kecakapan. Kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Sedangkan istilah professional berarti sangat mampu melakukan pekerjaan. Dalam menjalankan kewenangan profesionalitasnya, guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan psikologis, yang meliputi :

-Kompetensi kognitif (kecakapan ranah cipta);

-Kompetensi afektif (kecakapan ranah rasa);

-Kompetensi psikomotor (kecakapan ranah karsa).

Ada beberapa hal yang termasuk dalam pembahasan proses belajar mengajar, antara lain :

-Defenisi Dan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar; Proses belajar mengajar merupakan sebuah kegiatan yang integral antara siswa sebagai pelajar yang sedang belajar dengan guru sebagai pengajar yang sedang mengajar. Sedangkan untuk komunikasi, diharapkan guru menggunakan interaksi resiprokal, yakni komunikasi banyak arah untuk menciptakan suasana pendidikan yang kreatif, dinamis dan dialogis.

-Strategi Pengelolaan Proses Belajar Mengajar; Melalui strategi yang tepat, para siswa diharapkan terdorong secara intrinsik untuk melakukan belajar aneka ragam materi pelajaran yang disajikan di kelas.

-Sasaran Kegiatan Proses Belajar Mengajar; Adapun sasaran yang diharapakan dari proses belajar mengajar, yakni :

a.       Sasaran jangka pendek seperti tujuan pembelajaran khusus.

b.      Sasaran jangka menengah, seperti tujuan pendidikan dasar, yakni untuk mempersiapkan siswa mengikuti pendidikan menengah.

c.       Sasaran jangka panjang, seperti tujuan pendidikan nasional.

Dalam proses belajar mengajar, strategi perencanaan sangat diperlukan. Strategi sendiri menurut pengertian dari bahasa inggris, berarti siasat, kiat atau rencana. Menurut Newman dan Legan (1971), ada empat langkah besar dalam penyusunan rencana pengelolaan proses belajar mengajar, antara lain :

-Merumuskan dan menetapkan spesifikasi output yang menjadi target yang hendak dicapai dengan memperhatikan aspirasi dan selera serta kebutuhan masyarakat yang memerlukan output tersebut.

-Mempertimbangkan dan memilih cara atau pendekatan dasar proses belajar mengajar yang dipandang paling efektif untuk mencapai target.

-Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah tepat yang akan ditempuh sejak titik awal hingga titik akhir yakni tercapainya hasil proses belajar mengajar.

-Mempertimbangkan dan menetapkan kriteria dan standar yang akan dipergunakan untuk mengevaluasi keberhasilan proses belajar mengajar.

Selanjutnya untuk menjamin terlaksananya prosedur perencanaan tadi, guru perlu menyusun langkah-langkah sebagai berikut :

1.      Merumuskan dan menetapkan tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus yang sesuai dengan pokok bahasan.

2.      Memilih dan menerapkan system pendekatan belajar mengajar yang dipandang paling cocok.

3.      Menetapkan kriteria berupa norma atau batasan tertentu sebagai tolok ukur keberhasilan siswa.

Selanjutnya, dalam proses pelaksanaan strategi proses belajar mengajar, ada empat model pelaksanaan yang sangat tepat, yakni :

1.      Sistem enquiry-discovery; dalam sistem ini guru diharapkan menyajikan bahan pelajaran sebagian saja, kemudian siswa diharapkan menemukan sendiri.

2.      Sistem expository; guru diharapkan menyajikan bahan pelajaran secara utuh dan menyampaikannya secara verbal.

3.      Sistem learning for mastery;

4.      Sistem humanistic education;

Selain hal-hal yang telah dipaparkan sebelumnya, dalam proses belajar-mengajar, kita juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar-mengajar itu sendiri. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, antara lain :

-Karakteristik siswa;

-Karakteristik guru;

-Interaksi dan metode;

-Karakteristik kelompok;

-Fasilitas fisik;

-Mata pelajaran; dan

-Lingkungan alam sekitar.

Referensi

http://adekkutamsyur.blogspot.com/2014/12/buku-strategi.html?m=1 

 

Kurikulum

 Laporan bacaan kurikulum

Pendidikan berintikan interaksi antara pendidikan dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sering tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anak-anaknya. Sedangkan pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, serasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi, dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman.

Konsep Kurikulum

Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana dengan kurikulum yang fungsional. Sedangkan Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran.

Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan

Ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan, yaitu pendidikan klasik, pendidikan pribadi, pendidikan interaksional, dan teknologi pendidikan.

1. Pendidikan Klasik

Pendidikan klasik atau classical education dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa seluruh warisan budaya, yaitu pengetahuan, ide-ide, atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. Pendidikan berfungsi memelihara, mengawetkan, dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. Ada dua model konsep pendidikan klasik, perenialisme dan esensialisme. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat, bahwa masyarakat bersifat statis. Pendidikan lebih menekankan pada humanitas, pembentukan pribadi, dan sifat-sifat mental. Konsep filosofis, lebih banyak mewarnai pendidikan ini.

2. Pendidikan Pribadi

Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa sejak dilahirkan, anak telah memiliki potensi-potensi, baik potensi untuk berpikir, berbuat, memecahkan masalah, maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Pendidikan adalah ibarat persemaian, berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Tugas guru, seperti halnya seorang petani adalah mengusahakan tanah yang gembur, pupuk, air, udara, dan sinar matahari. Guru adalah pembimbing, pendorong (motivator), fasilitator, dan pelayan bagi siswa. Teori ini juga memiliki dua aliran, yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing).

3. Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Keduanya juga mempunyai perbedaan, sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompentensi bukan pengawetan dan pemiliharaan budaya lama. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis.

4. Pendidikan Interaksional

Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Dalam kehidupannya, manusia membutuhkan orang lain, selalu bersama, berinteraksi, dan bekerja sama. Dalam hal ini, guru berperan menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu.

Konsep Kurikulum

Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum: kurikulum sebagai subtansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. Kurikulum sebagai substansi, suatu kurikulum dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid disekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum sebagai suatu system, sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum.

1.      Perkembangan Teori Kurikulum

Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dri sejarah perkembangannya. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry, tetapi secara definitive berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Babbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama, ia perintis pengembangan praktik kurikulum.

2.      Sumber Pengembangan Kurikulum

Dari kajian sejarah kurikulum, kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Karna sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. Kurikulum, terutama isi kurikulum di ambil dari kehidupan orang dewasa. Sumber lain penyususan kurikulum adalah anak. Dalam pendidikan atau pengajaran, yang belajar adalah anak. Sosial-politik juga menjadi sumber penentuan kurikulum.

3.      Desain Dan Rekayasa Kurikulum

Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum, yaitu desain kurikulum dan rekayasa kurikulum. Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum: Pertama, ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum, serta bagaimana mengadakan penyempurnaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman; Kedua, kurikulum itu di evaluasi, baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya.

Landasan Filosofis

Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti “cinta akan kebijakan” (love of wisdom). Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak, ia harus tahu atau berpengatahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir yaitu berpikir secara sistematis, logis dan mendalam. Pemikiran demikian dalam fisafat sering di sebut sebagai pemikiran radikal, atau berpikir sampai keakar-akarnya. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan, yaitu pandangan dari John Dewey.

1.      Dasar-Dasar Filsafat Dewey

Ciri utama filsafat dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. Prinsip ini membawa konsekuensi yang jauh, bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis.

2.      Teori Pendidikan Dewey

Pendidikan menurut John Dewey yaitu pendidikan berarti perkembangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Menurut Dewey perkembangan dimulai dari pertumbuhan, syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergatungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan social, dan ini akan menyebabkan individu matang dalam hubungan sosial.

Landasan Psikologis

Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang-orang yang lainya.

1.      Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi, yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. Dalam psikologi perkembangan ada yang metode dan teori perkembangan. Metode Dalam Psikologi Perkembangan, pengetahuan tentang perkembangan individu di peroleh melalui studi yang bersifat longitudinal, cross sectional, psikoanalitik, sosiologik, ataustudi kasus. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan  pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan, dari saat lahir sampai dengan dewasa, seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. Olson. Teori Perkembangan, ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu yaitu pendekatan pertahapan, pendekatan diferensial, dan pendekatan ipsatif.

2.      Psikologi Belajar

Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Banyak sekali definisi tentang belajar. Secara sederhana, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Belajar berhubungan dengan congnitive. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin “cognoscre” yang berarti mengetahui (to know). Aspek ini berkenaan dengan bagaimana individu dapat memahami dirinya dan lingkungannya.

Referensi

http://adekkutamsyur.blogspot.com/2016/02..html?m=1

 

Karakteristik peserta didik

 Laporan bacaan karakteristik peserta didik

Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi utuh, pilah, tunggal, dan khas. Ia sebagai subjek yang merupakan satu kesatuan psiko-fisik dengan berbagai kemampuanya untuk berhubungan dengan lingkungan, dengan sesama, dan dengan tuhan yang Menciptakan nya. Dan juga individu ini harus bisa menyesuaikan dengan tempat nya, Karena poin ini sangat penting sekali dalam kehidupan. Apabila kita tidak bisa mengntrol diri sendiri terhadap lingkungan, dengan sesama, dan terlebih lagi dengan tuhan maka kedepannya nanti akan susah untuk menjalankan kehidupan. Kita ini hidup harus bersosialisasi agar mudah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kalau kita dengan tuhan juga harus lebih dekat lagi agar aktivitas sehari-hari kita itu di ridhoi oleh Allah dan endingnya pun akan mudah dalam hal apapun apa bila kita bisa meng trok diri dengan tuhan.

Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan, dan itu sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan individu. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Perbedaan individu dapat dibedakan berdasarkan perbedaan kognitif, perbedaan individual dalam kecakapan bahasa, perbedaan dalam kecakapan motorik, perbedaan dalam latar belakang, perbedaan dalam bakat, dan perbedaan dalam kesiapan belajar.

Manusia terus menerus mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Pertumbuhan perkembangan tersebut dialami semenjak manusia masih dalam kandungan.

Kelahiran merupakan satu fase pertumbuhan fisik secara lengkap, yang ditandai setiap organ atau bagian tubuh telah mampu berfungsi. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain keturunan, sosial ekonomi, sosial kulturasi, kesehatan, dan latar belakang kehidupan keluarga.

Pertumbuhan fisik lebih lanjut berlangsung sejak bayi lahir, dan masing-masing organ mencapai tingkat kematangan dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Kematangan pertumbuhan fisik yang ditandai oleh berfungsinya masing-masing organ, berpengaruh terhadap perkembangan non fisik, seperti berfikir, bahasa, sosial, emosi, dan pengelaman terhadap nilai, norma dan moral.

Perkembangan adalah suatu proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang hidupnya, mulai dari masa konsepsi sampai  meninggal dunia. Perkembangan berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.Ciri-ciri perkembangan yaitu terjadi terjadinya perubahan ukuran dan proporsi, hilangnya tanda-tanda lama, dan  munculnya tanda-tanda baru yang menunjukkan bahwa seseorang individu telah mencapai usia remaja, prinsip-prinsip perkembangan yaitu perkembangan bersifat never ending process, semua aspeknya saling mempengaruhi, perkembangan mengikuti arah tertentu, terjadi  pada tempo belainan, setiap fase perkembangan menpunyia ciri khas dan setiap individu yang normal akan mengalami tahapan atau fase perkembangan. Setiap manusia mengalami perkembangan fisik maupun psikis, namun tidak semuanya memiliki perjalanan hidup yang sesuai dengan rentang tahapan perkembangan.

Pad bahan bacaan tadi membahas tentang karakteristik dan perbedaan individu. Dimana didalamnya membahas tentang berbagai karakteristik individu itu sendiri, juga membahas perbedaan individu. Aspek-aspek individu juga dibahas dalam bab ini, sedangkan bab I buku pembanding hanya membahas hakikat perkembangan. Dilihat dari segi isinya tentu saja buku utama lebih lengkap pembahasannya, karena di dalam buku pembanding tidak dibahas tentang pertumbuhan individu dari awal dia lahir sampai meninggal dunia. Dengan membaca buku utama kita akan mendapatkan informasi secara lengkap tentang pertumbuhan dan perkembangan individu.

Manusia senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari mulai masa kehamilan sampai masa tua. Pertumbuhan berkaitan dengan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan wakru tertentu. Hasil pertumbuhan anatara lain perwujudan bertambahnya ukuran-ukuran kuantitatif badan anak.

Perkembangan merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tungkat kematangan fisik.

Proses pertumbuhan di tandai oleh perubahan menuju kesempurnaan struktur dan bentuk tubuh secara ideal. Perubahan-perubahan yang dimaksud dapat berbentuk perubahan ukuran dan perbandingan, penggantian hal-hal yang lama dan memperoleh yang baru untuk lebih dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Secara keseluruhan akan menentukan perbandingan ideal tentang struktur tubuh manusia.

Proses pertumbuhan pada saatnya akan mencapai tingkat kematangan dan dengan demikian akan berpengaruh terhadap perkembangan sosio-psikologis, seperti kemampuan berfikir, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan mengendalikan emosi.

Semua proses pertumbuhan dan perkembanagn akan berjalan dengan irama dan ritme yang teratur, sehingga dapat diidentifikasi menurut dan mengikuti hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan yang dapat dipercaya (moton).

Hukum pertumbuhan antara lain adalah hukum ceppholocoudal yang artinya pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki dan hukum Proximodistal yang artinya pertumbuhan fisikberpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.

Hukum perkembangan menyatakan bahwa perkembanagan ke maupuan sosio-psikologi berawal dari hal-hal yang umum menuju ke hal-hal yang khusus.  Perkembangan secara keseluruhan mengikuti periodisasi yang teratur, yang dari masa pre-natal, masa bayi, masa anak-anak, masa anak sekolah, remaja, dewasa, dan masa tua. Penahapan perkembangan ini mengikuti tahap perkembangan kemampuan kemampuan fungsi fisik.

Masa remaja dalah masa yang khusus, penuh gejolak karena pada pertumbuhan fisik terjadi ketidak seimbangan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan berfikir, bahasa, emosi, dan sosial anak. Gejala onani atau masturbasi timbul karena rangsangan kematangan seksual dan dorongan untuk mendapatkan kepuasan, yang di lain pihak merupakan tindakan untuk menghindari larangan norma sosial dan hukum.

Makna remaja banyak diartikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, baik hukum, ahli psikologi, maupun pandangan masyarakat yang mengaitkan dengan sistem budayanya. Secara umum anak dikaitkan mencapai masa remaja ditandai oleh kematangan fungsi seksual (pada wanita setiap bulan mengeluarkan sel telur dari indung telurnya dan bagi para pria setiap kali mimpi/mengeluarkan air mani) dan muncul tanda-tanda kelamin skunder.

Kebutuhan dibedakan atas kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Menurut Freud, dorongan yang paling menetukan munculnya kebutuhan adalah dorongan seksual, sehingga setiap dorongan untuk bertingkah laku senantiasa ada kaitannya dengan upaya untuk mencapai kenikmatan atau kepuasan seksual. Menurut Erickson dorongan primer itu pada dasarnya berkaitan dengan kepentingan bersosialisasi pandangan Erickson ini sejalan dengan pandangan Rogers. Kebutuhan normatif adalah sejenis kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan mengembangkan diri yang disesuaikan dengan kondisi kehidupan sekarang dan diamsa depan.

Perilaku manusia disebabkan oleh dorong-dorong atau motif. Motif inilah yang mendorong individu sehingga muncul berbagai kebutuhan mislanya kebutuhan untuk mempertahankan diri dan kebutuhan untuk mengembangkan diri. Kebutuhan untuk berfasilitas dengan sesama dan kebutuhan untuk berpartisipasi merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia setelah mencapai jenjang remaja. Hal ini sejalan dengan pandapat Rogers dan Erickson.

Perkembangan manusia berlangsung secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau masa. Perkembangan manusia dimulai sejak dia bayi sampai menuju usia lanjut. Perkembangan berlangsung secara berurutan melalui periode atau masa tertentu. Periode pertama yaitu anak (childhood), remaja (adolescence), dan dewasa (adulthood).

Diklasifikasikan lagi menjadi beberapa periode, yaitu periode sebelum kelahiran (pranatal), periode bayi (infacy), periode awal anak (early childhood), periode pertengahan dan akhir anak (midle and late childhood), periode remaja (adolescence), periode awal dewasa(early adulthood), periode pertengahan dewasa (midle adulthood), dan masa akhir dewasa (late adulthood) . Pada setiap individu yang pada setiap periodenya memiliki tingkatan. Dalam setiap periode perkembangan mempunyai serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap individu agar perkembangan pada periode selanjutnya dapat berjalan lancar. Dari mulai tugas perkembangan masa bayi hingga masa dewa.

Tugas perkembangan itu merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya; sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya. Di setiap melaksanakan tugas perkembangan tentunya ada upaya untuk memfasilitasi tugas-tugas tersebut.

Pada bahm bacaan kali membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja. Didalamnya mengupas bagaimana pertumbuhan dan perkembangan remaja, tugas-tugas perkembangan remaja, hukum pertumbuhan dan perkembangan, jenis-jenis kebutuhan dan pemenuhannya, serta masalah dan konsekuensinya bagi remaja. Sedangkan bab II buku pembanding membahas periode dan tugas perkembangan. Dilihat dari isi yang dibahas buku utama mengupas secara detail bagaimana pertumbuhan dan perkembangan remaja, sedangkan buku pembanding hanya membahas secara garis besar apa saja periode dan tugas perkembangan sehingga dengan membaca buku utama maka kita akan mendapatkan informasi secara lengkap dibandingkan jika kita membaca buku pembanding yang hanya garis besarnya saja.

Referensi

https://fitrahayatiblog.wordpress.com/2018/05/12/-perkembangan-peserta-didik

 

Manajemen kelas

 Laporan bacaan manajemen kelas

Suasana sekolah pada umumnya dan suasana kelas pada khususnya merupakan modal penting bagi jernihnya pikiran untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan suatu keadaaan yang menyenangkan demi meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pelajaran, untuk mengatasinya dibutuhkan manajemen kelas yaitu penanganan yang baik agar dalam kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada disekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan,tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya,guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi. Lingkungan ini diaturdan diawasi agar kegiatan - kegiatan belajar terarah kepada tujuan - tujuan pendidikan. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.

Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dari pengertian tentang manajemen oleh Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untukmencapai tujuan organisasi. Manajemen dalam pelaksanaannya dilakukan sesuai proses.Paling tidak ada 4 proses yang dilakukan untuk melakukan suatu manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapaisasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuaidengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Menciptakan suasana belajar merupakan tugas utama dari seorang guru, apabila guru itu mampu membuat suasana kelas baik, maka murit juga akan baik dalam menerima pelajaran atau yang lainnya. Dan begitu juga sebaliknya apabila guru tidak mampu membawa suasana yang baik di kelas, maka para siswa juga tidak akan baik dalam menerima pelajaran yang di sampai kan oleh guru tersebut. Nah yang menyenangkan dalam manajemen kelas yaitu membangun suasana belajar yang kondusif di dalam kelas, guru dapat mengubah perannya sesuai dengan suasana yang diinginkan. Dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru sebagai pengambil inisiatif.Guru yang baik adalah orang yang penuh dengan inisiatif. Dengan begitu guru tidak boleh pasif,diantara hal yang harus dilakukan oleh guru adalah menciptakan secara kreatif konteks belajar.Selain itu, guru harus berinisiatif dalam mendorong semangat peserta didiknya untuk belajarmemecahkan masalah, mengidentifikasi serta menemukan kebutuhan mereka.

a. Guru sebagai pengamat peserta didik guru yang baik harus terampil mengamati peserta didik, baik ketika anak asuhannya itu bekerja atau bermain. Guru di kelas dengan pendekatan harus mengetahui perkembangankemampuan peserta didiknya.

b. Guru sebagai mediator belajar yang optimal memerlukan kemampuan belajar yang dapat mendukung danmemudahkan, tanpa mengawasi dengan ketat, tanpa memberikan tekanan, tanpa merusakatau menghalangi terwujudnya proses belajar. Sebagai mediator, guru hadir di tengahtengah peserta didiknya untuk mendorong terjadinya interaksi, sebagai mediator dalam pembelajaran.

c. Kompetisi adalah bersaing satu sama lain untuk meraih tujuan dan hanya satu atau sedikit peserta didik yang mampu meraihnya. Sedangkan kompetitif adalah persaingan satu samalainnya untuk meraih tujuan yang bersifat individu, mencari keuntungan untuk dirisendiri.

d. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan juga memerlukan suasana belajar yangkompetitif.Suasana belajar yang kompetitif adalah suasana belajar yang lebih tepat diberikan bila peserta didik perlu melihat materi yang dipelajari. Salah satu tugas dari guru adalahmemberikan motivasi kepada anak didiknya untuk dapat melaksanakan tugasnya dengansebaik mungkin secara efektif dan produktif. Dalam memberikan motivasi tersebut guru harus melihat kepada prinsip prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan, dan salah satu prinsipnya adalah prinsip kompetisi di mana anak bersaing secara sehat baik intermaupun antar pribadi, sebab motivasi itu mengandung tiga unsure yaitu mendorong terusmenerus, memberikan kekuatan pada suatu perilaku dan mengatur perilaku.

Cara memciptakan kelas yang menyenangkan.

Nah kondisi kelas yang menyengankan adalah kondisi siswa sangat ceria dan kelas yang berlangsung dinamis. Siswa berinteraksi dengan mengungkapkan pendapat baik dengan teman maupun guru. Dan juga guru harus bisa berinteraksi dengan baik kepada siswa seakan tidak ada sekat antara murid dengan guru. Murid adalah pembelajar yang aktif. Mereka ingin dilibatkan dalam sebuah pembelajaran. Murid secara alamiah akan menyukai guru yang bisa mengelola kelas yang menyenangkan. Apabila guru tersebut tidak menyenangkan, pembelajaran nya mudah bosan, terlebih lagi apabila guru itu galak maka murid tidak akan suka alhasil suasana kelas akan kacau dan tidak sesuai apa yang di harapkan dalam manajemen kelas.

Untuk itu ada beberapa langkah dalam menciptakan suasana kelas yang baik dan menyenangkan.

Pertama, Untuk membuat kelas menyenangkan adalah dengan membangunkomunitas. Hubungan antara murid dan guru adalah kunci pengelolaan kelas. Guru harus mampumenciptakan suasana kelas yang nyaman bagi murid sehingga kecil kemungkinan terjadinyatingkah laku yang tidak diinginkan dari murid. Banyak cara kreatif untuk membangunkomunitas. Misalnya dengan menyapa murid satu persatu ketika mereka hendak masuk ke kelas,atau membuat aktivitas pembelajaran untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antara siswa dan guru di sekolah, seperti dengan meminta mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka padahari itu dengan satu kata. Jika dilakukan secara terus menerus, maka suasana kelas akan menjadi akrab.

Kedua, guru dan murid harus merancang kelas yang menyenangkan. Kerjasama antaraguru dan murid untuk mendesain kelas akan menumbuhkan suasana belajar yang positif. Ketikasiswa masuk ke kelas, siswa akan merasa menjadi bagian penting dari ruang kelas tersebutkarena hasil pekerjaan mereka seperti esai dan karya seni mereka terpampang di dinding kelas.Situasi ini juga akan menumbuhkan penghargaan terhadap siswa dan mendorong siswa untuk berbuat lebih baik.

 Ketiga, buat aturan kelas dengan melibatkan murid. Aturan kelas mencakup apadilakukan jika terdapat seorang murid yang datang terlambat dan jika terdapat murid berbuattidak baik kepada temannya. Dengan melibatkan siswa dalam membuat aturan, para siswa akanlebih merasa menjadi bagian dari aturan-aturan kelas yang ada, dengan demikian akanmengurangi perilaku-perilaku negatif di sekolah. Satu hal lain yang saya amati mengenai cara mengajar guru membuat pelajaran menjadihal yang nyata, dan tidak berhenti pada rumus-rumus atau konsep tertentu. Materi pelajaran apa pun bisa dibuat menjadi riil semisal guru mengajarkan materi sudut dan menghubungkannyadengan bagaimana seorang arsitek memanfaatkan konsep sudut ketika membangun gedung.Guru juga bisa mengaitkan pelajaran dengan situasi yang aktual seperti acara TV, permainan,dan berita-berita terkini. Oleh karena itu, guru dapat mengakomodasi pengalaman dan pengetahuan siswa dengan pembelajaran yang akan diajarkan

 

Manajemen sekolah

 Laporan bacaan manajemen sekolah

Dalam kehidupan yang semakin lama semakin ketat kompetensi dalam bidang pekerjaan ini, kita dituntut untuk dapat mengatur segala sesuatu dengan sistematis dengan sesimple simple nya. Nah, dalam menjalankan suatu proses kerja, seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang manajemen dari pekerjaannya tersebut. Untuk apa? Agar tidak kelabakan lagi apabila kita sudah  masuk ke dalam dunia pekerjaan.

Baiklah di sini saya akan menjelaskan dari apa yang telah saya baca dan lihat dari bahan bacaan mengenai Manajemen Pendidikan.

1.      Definisi Manajemen

Menurut asal katanya, Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

2.      Definisi Pendidikan

Dalam UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prtensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara

Menurut M.J. Langeveld, Pendidikan adalah merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.

Tujuan Pendidikan menurut prof dr langeveld, Pendewasaan diri, dengan ciri-cirinya yaitu : kematangan berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri. Kecakapan atau sikap mandiri, yaitu dapat ditandai pada sedikitnya ketergantungan pada orang lain dan selalu berusaha mencari sesuatu tanpa melihat orang lain.

Pengertian pendidikan menurut driyarkara, Pendidikan didefinisikan sebagai upaya memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani.

Pengertian pendidikan menurut Stella van Petten Henderson, Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.

Pengertian pendidikan menurut John Dewey, Education is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).

Pengertian pendidikan menurut H.H Horne, Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya. Carter V. Good Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.

Pengertian pendidikan menurut Thedore Brameld, Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).

Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Tujuan Pendidikan dalam (UU Sisdiknas Pasal 3) menyatakan bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3.      Definisi Manajemen Pendidikan

Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

4.      Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan

a. Efisien dalam menggunakan sumber daya.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

b. Efektif dalam pencapaian tujuan.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

c. Bermuara pada tujuan pendidikan.

Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan pendidikan nasional, yaitu  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

d. Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan.

Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai

5.      Fungsi Manajemen Pendidikan

Fungsi manajemen pendidikan adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.

Menurut George R. Terry, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling).

Menurut Luther Gullick , fungsi manajemen ada tujuh yaitu fungsi fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengaturan anggota (staffing), fungsi pengarahan (directing), fungsi koordinasi (coordinating), fungsi pelaporan (reporting) dan fungsi pencapaian tujuan (budgeting).

Menurut hersey and Blanchard, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi peningkatan semangat (motivating) dan fungsi pengendalian (controlling).

Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.

Referensi

http://nurjuntak123.blogspot.com/2016/04/manajemen-pendidikan.html?m=1