Nama : Arul Almuharaji Hairani
Nim : 11901140
Makul : magang 1
Kamus Sosiologi Modern menyatakan bahwa kultur adalah totalitas dalam sebuah organisasi, way of life, termasuk nilai-nilai, norma-norma dan karya-karya yang diwariskan antar generasi. Kultur merupakan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh individu dan kelompok yang dapat ditunjukkan oleh perilaku organisasi yang bersangkutan. Stolp dan Smith (1994) menyatakan bahwa kultur sekolah adalah pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi dan mitos dalam derajat yang bervariasi oleh warga sekolah. Kultur sekolah adalah budaya sekolah yang menggambarkan pemikiran-pemikiran bersama (shared ideas), asumsi-asumsi (assumptions), nilai-nilai (values), dan keyakinan (belief) yang dapat memberikan identitas (identity) sekolah yang menjadi standar perilaku yang diharapkan.
Pemikiran-pemikiran yang berada di sekolah tentunya banyak sekali, dari kepala sekolah, staf maupun siswa sekali pun memiliki hak untuk berfikir bagaimana untuk mengembangkan sekolah, memajukan sekolah dan mensejahterakan sekolah. Dalam hal ini pemikiran-pemikiran yang tidak boleh mengikuti ego masing-masing, haruslah bermusyawarah agar hasil yang di dapat akan sesuai dengan ekspetasi yang di inginkan. Begitu juga asumsi yang ada, juga tidak boleh ke satu pihak, haruslah semua nya memiliki asumsi dan di musyawarah kan juga dalam hal ini. Mengapa? Karena sesuatu yang putuskan oleh sepihak maka hasilnya akan tidak baik dan akan menjadi suatu awal mula perpecahan di dalam sekolah.
Di setiap sekolah manapun pasti ingin menjadi sekolah yang terbaik, maka dari itu kultur sekolah harus di jaga sebaik mungkin, harus saling menghormati dan menghargai satu satu sama lain. Jika ini di pegang teguh oleh sekolah dan para anggotanya staf nya maka akan muncul suatu perubahan dan tujuan yang di harapkan u tuk menjadi sekolah yang terbaik. Kalau kita memang sepele hal ini, akan tetapi pengaruhnya sangat besar. Akan ada banyak pemikiran dan asumsi yang bertolak belakang, maka dari itu anggota sekolah harus sigap dan harus bijak dalam mengatasi hal tersebut jangan sampai lalai, kalau sampai ini terjadi maka akan terjadi suatu perpecahan di mana perpecahan tersebut akan berpengaruh untuk sekolah.
Sumber
http://www.sman1subang.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar