Senin, 25 November 2019

ULASAN NILAI-NILAI BUDAYA DALAM UPACARA HAULAN
 KH.MUHAMMAD ZAINI ADBUL GHANI
MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN
Di daerah Kalimantan selatan ada sebuah kota yang bernama banjar baru, di sana terdapat upacara tradisional yang merupakan kegiatan yang mengandung nilai-niai dalam kehidupan mereka. Salah satu bentuk tradisi yang menjadi bagian dari sistem nilai kehudupan masarakat itu, yaitu haulan. Acara haulan itu sendiri merupakan salah satu kegiatan penghormatan kepada para alim ulama yang sanagt di hormati yang telah mendahului masyarakat tersebut. Kegiatan haulan itu sendiri bertujuan agar orang yang telah di tinggalknnya dapat mengingat pesan-pesan ajaran atau nilai-nilai moral yang baik dari seorang tokoh itu semasa hidupnya. Salah satu ulama yang sangat berperan penting dlam kalangan masyarakat martapura ialah AL’ALLLIM AL ALLAMAH ASY SYEKH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI. Tujun masyarakat martapura membuat tradisi haul tersebut untuk menghormati beliau yang merupakan seorang ulama yang kahrismatik dalam kalangan masyarakat martapura yang telah meninggal dunia.
Di dalam tradisi tersebut tak hanya orang-orang martapura saja yangpergi memperingati hauln tersebut, akan tetapi dari daerah luar seperti Kalimantan barat, timur, tengah. Bahkan dari luar pulau pun ada seperti jawa, Sumatra, Sulawesi, dan seluruh nusantara. Dan dari negara lain pun juga mengikuti kegiatan tradisi tersebut, seperti Malaysia, singapura, thailan dan jazirah arab. Jadi sosok guru sekumpul ini sangat di kenal banyak orang karna ilmunya dan ketawaduannya terhadap orang-orang sekitar.
Mengingat sejarah guru sekumpul ini banyak sekali kisah-kisah yang menarik perhatian shingga tidak dapat di masukan ke dalam akal, akan tetapi ilmu itu sendiri memang berasal dari Allah SWT yang di cintai Nya. Sejak kecil guru sekumpul sudah mempunyai kelebihan yaitu sudah dapat melihat dan mendengar dengan khasyaf. Dan sejak kecil pendidikan guru sekumpul sangat di perhatikan sekali oleh keluarganya terutama ayahanda nya dan nenek nya. Maka dari itu orang yang pertama memberi ilmu kepada guru sekumpul ialah ayahnya sendiri. Saat berusia 7 tahun guru sekumpul memasuki pendidikan formal di sekolah Darussalam di daerah martapura. Di sekolahan formal guru guru dari guru sekumpu ini juga tak kalah hebat juga ilmu nya. Semua guru yang memberikan ilmunya kepada guru sekumpul itu ialah orang-orang yang memiliki ilmu tingkat tinggi dalam masalah agama. Dan guru sekumpul pun pernah belajar dengan banyak syekh sehingga guru sekumpul itu terkenl dengan keilmuanya, terutama dalam bidang agama.
Guru sekumpul mempunyai kharamah yang di berikan Allah kepada beliau. Salah satu kharamah beliau itu terdapat pada peristiwa di mana daerah martapura sanagat kekeringan dan belum ada hujan, sumur-sumur juga nampak sudah mulai mengering. Alhasil masyarakat sekitar pergi kepada beliau agar guru sekumpul berdo’a kepada Allah supaya di turun kan hujan, kemudian beliau keluar rumah dan menuju ke salah satu pohon yang ada dekat dengan rumanya, setekah memanjatkan do’a kepada Allah dan bertawassul kepada nabiyuna Muhammad SAW. lalu beliau menggoyangkan pohon pisang tersebut dan tidak lama hujan pun turun dengan derasnya.
Mungkin hanya ini sedikit ulasan tentang buku yang saya baca dan saya pahami.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar