Senin, 23 September 2019

Sidak Ketapang

   Assalamualaikum teman-teman. Kembali lagi bersama saya ARUL ALMUHARAJI HAIRANI. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman berbahasa di tanah orang lain. Oke nggak perlu berlama-lama lagi mmari kita simak cerita tentang berbahasa tanah orang lain ini.

  Selepas saya tamat dari Mtsn, orang tua saya memutuskan untukbenyekolahkan saya di pondok pesantren HIDAYATURRAHMAN Ketapang. Dan saya menyetujui atas permintaan mereka untuk menyekolahkan di ponpes tersebut. Hari hari berlalu dan sampai lah pada hari H di mana saya akan berangkat ke Ketapang untuk menuntut ilmu agama di ponpes tersebut. Sampai di ponpes, orang tua saya langsung menemui abah guru untuk menitipkan saya di ponpes itu. Setelah selesai berbincang-bincang, orang tua saya langsung mengantar saya ke kamar yang akan saya diami selam 3 tahun tersebut dengan fasilitas lemari pakaian, tempat tidur, dan bantal guling. Setelah selesai mengantar saya, orang tua saya langsung pamit untuk pulang ke kampung, di situ lah air mata saya berlinanb-linang karna baru pertama sekali berpisah dengan orang tua. Dan rasa nya sangat sedih sekali, akan tetapi saya berfikir bahwa saya di sekolahkan di untuk kebaikan saya juga dan saya harus menjalani ini dengan ikhlas dan selalu sabar.

  Hari pertama di pondok saya merasa sepi sekali karna tidak ada kawan yg kenal. Mereka-mereka pun juga sama seperti saya tidak mengenal satu sama lain. Keesokkan harinya kami mulai sekolah, dan di situlah saya mendapat kan teman. Setelah masuk kelas dan memulai pelajaran kami sangat happy sekali, karna di ajar oleh guru yang kocak sekali sehingga membuat kami tertawa dengan tebahak-bahak. Sampai istirahat, saya di ajak oleh teman sekelas saya untuk ke kantin. "yum pegi ke kantin de kon" saya terdiam mendengar bahasa teman saya ini karna aneh sekali dan saya baru pertama kali mendengar bahasa seperti ini. Rupe e maksud mereka bilang tu "ayok kamu pergi ke kantin dak" Dan saya pun menjawab "iye ayum" sedikit-sedikit paham sih dengan bahase mereke. Sampai di kantin saya pun berjumpa dengan senior-senior asrama yang seram sekali."sidak baru de kau nin" makin aneh bahase nye. Dan saye menjawab "iye bang" arti dari bahase abang itu iyelah "kamu anak baru kah". Saya pun tersenyum-senyum sendiri mendengar bahase mereke yang aneh tu.

   Selesai sekolah saya langsung ke kamar untuk beristirahat, di dalam asrama para santri riyuh sehingga membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan tiba-tiba datang lah seorang senior yang menghampiri saya untuk menanyakan say berasal dari mana. "kau nin asli sidak mane jang" saya menjawab "saya berasal dari melano bang" dan abang senior itu menganggukan kepala nya saja. Adalagi senior yang sedang berbincang sesam mereka dengan bahasa yang sam seperti yang abang tadi bicarakan seperti saya. "mun sidak nyan tah malah ke senun yam, adak pakai jemu e dien" dan abang satu nya lagi menjawab "puss nyem bah ah, bukan bah die majoh ek pedaring beras umak kau" saya dan pun tertawa mendengar mereka ngomong dengan bahasa yang kurang saya pahami tersebut. Saya menghampiri senior yaang berbicara dengan saya tadi untuk menanyakan bahasa Ketapang ini. "bang, sidak tu ape maksud e bang" dan abang itu menjawab "sidak tu arti e anak atau orang atau biase e Biak" saya menjawab " ohhh jadi bahase saye same abang ni agak bede ye bang". "iye dek kau kan orang kayong sedangkan kami nin orang asli Ketapang" "kayak gimane lah bang saye bise bahase Ketapang ni" "nantik pun kau paham sorang mah dengan bahase senek an" "oke shiap bang". 


   Sore harinya saya di ajak teman asrama keluar asrama dan dia berkata "kau kalak maen bola de" dalam hati saye "ape yang mereke omongkan ni". Saye pun asal menjawab dengan jawaban yang singkat "iye" dan saya saya pun mengikuti arah jalan mereka. Sampai di tujuan saya melihat anak-anak sedang asyiknya bermain bola. Dan maksud dari perkataan mereka tadi ialah "kamu tau bermain bola nggak" sungguh jauh sekali bahase mereke dengan bahase saye di kampong. Padahal same-same melayu tapi bahase nye bikin pusing kepalak gak hahah.

   Setelah beberapa bulan kemudian saya pun paham dan saya bisa mempraktekan bahasa Ketapang ini dengan baik dan benar wkwkw. Setelah setahun kemudian, bahasa Ketapang tidak asing lagi di telinga saya. Dan saya pun mudah untuk berinteraksi dengan orang Ketapang d mana pun mereka berada. Pas balek kampong saye mencoba ngomongkan bahase Ketapang dengan teman saye."woi jal sidak senek kalak maen pubg de". Teman saya mengelengakan kepala nya karna tidak paham apa yang saya omongkan ni. Saya pun tertawa dengan kencang nya melihat wajah nya yang bengong karna tidak paham dengan bahase Ketapang yang keren ni wkwkwk.

    Oke teman-teman mungkin hanya ini pengalaman berbahasa di tanah orang yang dapat saya bagikan ke taman-teman semua. Akhir kala waassalamualaikum wr wb. 

Senin, 16 September 2019

Aman damai tentram

Assalamualikum. Wr.Wb
   Alhamdulilah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat sehat sehingga kita dapat beraktivitas dengan lancar dan semoga mendapatkan kebarokahan dari Allah Swt.
       Perkenalkan nama saya ARUL ALMUHARAJI HAIRANI biasa di panggil Arul. Saya lahir pada tanggal 16 April 2001 di Teluk melano yaitu bertepatan di kab. Kayong Utara. Saya sekarang melanjutkan studi s1 di institut islam Pontianak angkatan 2019 

    Mungkin kalian belum banyak yang tau kalau Kabupaten kayong Utara itu banyak sekali tempat pariwisata, banyak ragam pemandangan indah yang ada di Kabupaten ku. Kalau ada waktu main main donk ke Kabupaten ku. Semoga aja kalean bisa menyempat kan waktu untuk main ke Kabupaten ku. Dan aku doakan semoga kalian di berikan kesehatan oleh Allah dan semoga rezeki kalian selalu lancar. 
    Oke, sekarang aku akan menceritakan desa ku yang tercinta dengan banyak keindahan yang ada di desa ku ini.
    Desa ku bernama desa Teluk melano Kec. Simpang hilir kab. Kayong Utara. Desa ku ini memiliki kekayaan alam yang sangat banyak, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian dan banyak lagi kekayaan yang ada di desa ku ini. Di sungai nya terdapat beragam ikan yang banyak sekali ragam nya. Seperti ikan gabus, ikan toman, ikan lele dan masih banyak lagi ikan-ikan yang ada di kampung ku ini. Dahulu pernah desa ku di datangi oleh team mata pancing dari jakarta untuk memancing di desa ku ini. Menjadi suatu kebanggaan bagi kami, karna desa kami termasuk desa yang banyak menghimpun ikan-ikan yang berkualitas dan terjamin kualitas ikan-ikan desa kami ini. Di sebelah selatan desa ku terdapat sawah ladang yang indah nan terhampas luas, begitu indah di pandang dan menyejukan mata kalau kita berada di lahan-lahan tersebut. Begitu damai rasa hati ini ketika berada di lahan sawah tersebut.
    Pernah suatu ketika aku sedang di omelin oleh Ayah dan Ibuku dan aku tidak tahan dengan omelan tersebut karna apabila aku tunggu mereka mengomel-omel terus menerus maka aku akan tidak betah, dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke darat melihat pemandangan sawah ladang dan pepohonan nan indah sekali. Seketika itu pula hati ku terasa tenang sekali karna berada di dalam kedamaian. Burung burung yang berkicauan membuat aku semakin betah untuk tetap bertahan di lahan sawah ini. Tak berapa lama ada temanku yang mengajak aku untuk bermain sepak bola. Kami pun langsung bergegas menuju lapangan bola. Di sana, kami bermain dengan sangat semangat sekali, aku bermain di tim yang sangat kuat sehingga tim kami tak dapat di kalahkan oleh klub-klub lain. Tak lama kemudian ada seorang pengusaha yang menghampiri kami untuk mengajak bermain bersama klub nya. Ahkrinya kami pun mau bergabung ke tim pengusaha tersebut dan di bayar dengan satu kali bermain mendapat kan uang sebesar Rp250.000. Alhamdulillah untuk paket dan kebutuhan ku sehari-hari sudah lumayan lepas. Seusai pengusaha tersebut berbincang-bincang dengan rekan tim ku akhirnya kami melanjut kan permainan kembali. Tak lama teman rekan tim ku di sleding oleh tim musuh. Akhirnya teman ku cedera kaki kirinya bengkak memar dan tak berdaya lagi untuk menginjak lapangan bola tersebut. Akhir nya kami pun menyudahi permainan bola kami karna waktu maghrib pun sudah tiba, kami pun masing masing bepergian ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap sholat maghrib secara berjama'ah.
     Malam hari di desa ku ini ramai sekali karna banyak pedagang-pedagang yang berjualan di pasar. Ada yang berjualan kue, ada yang berjualan baju pakaian, ada yang berjualan pulsa dan masih banyak lagi pedagang-pedagang yang berjualan di malam hari. Apalagi ada keramaian seperti acara-acara tahun baru, maka desa ku ini amat ramai sekali yang berdatangan di pasar tersebut untuk memeriah kan malam pergantian tahun.
    Sungguh aku senang sekali berada di desa ini, karna desa ini penduduk nya aktif sekali kalau ada kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan desa. Orang-orang nya ramah, baik, sopan, dan disiplin. Itulah makanya aku mengajak teman teman sekalian untuk mampir ke desa ku ini. Nggak rugi kalau kalian main main ke desa ku ini. 
    Mungkin hanya ini cerita singkat dari desa ku. Mohon maaf sebelum nya. Waassalamualaikum wr.wb